"Menerawang" aksi pesulap merah
.
Si Marcel (Pesulap Merah) dan Si Faizar (peruqyah Muhammadiyah) hanyalah sebuah pion, sebuah wayang, yg digerakkan oleh dalang. Dalang di belakang mereka tentunya ada, dan sudah punya agenda. Tujuan dalang tsb menggugat kitab2 khazanah pesantren NU, khususnya kitab2 ilmu hiikmah. Mereka ingin memberangus ilmu2 hikmah, ilmu ghaib dan tujuan utamnya adalah ilmu tasawuf, krn bagi mereka tasawuf adalah sesat dan bukan ajaran Islam. Hal ini "match" dgn jargon Wahabi yaitu anti madzhab dan anti tasawuf. Jadi di belakang Marsel dan Faizar itu kelompok Wahabi dan sejenisnya.
Warga NU harus jeli, waspada dan cerdas, harus membaca arah gerakan mereka. Jangan hanya melihat scr kasat mata saja, hanya yg ada di depan muka saja, tapi lihatlah lebih jauh lagi terkait faktor internal maupun eksternalnya. Think thank mereka sudah bergerak pakai teori konspirasi, _*"the enemy of the enemy is our friend*_ (lawannya musuh adalah teman).
Step awal adalah mencari org NU yg bisa dijadikan musuh bersama (common enemy) atau dianggap musuh (dimusuhkan), minimal yg punya sikap kontroversial. Dan dipilihlah seseorang. Sosok itu bernama si Samsudin, anak kampung yg domisili di Blitar, Jatim, yg aslinya anak Lampung. Apa yg dilakukan Samsudin itu memang ambigu, kontroversi dan blunder, satu sisi dia warga NU namun di sisi lain apa yg dilakukan itu "keluar dari pakem" sebagaimana yang ditradisikan di NU. Nah kondisi spt inilah yg dicari2 musuh NU unt melakukan devide et impera (politik adu domba) antar sesama warga NU.
Nah, sosok Samsudin inilah yg diangkat dan digoreng oleh mereka. Dgn bumbu2 yg dipoles sedemikian rupa, yaitu millenial, rasionalitas, edukasi, dukun sesat, dukun penipu, antek jin, dsb sehingga harapannya bnyak org terlena dgn narasi settingan mereka. Dan benar, dari pihak NU, Ansor, Banser dan beberapa elemen NU lainnya, secara tdk sadar ikut juga "menghujat" si Samsudin. Padahal kita tdk sadar bhw kita sedang diadu-domba oleh mereka agar sesama warga NU saling bertengkar.
Skenario mereka hampir berhasil. Skenario unt menjadikan Samsudin sbg "common enemy" (musuh bersama). Dan masyarakat umum bahkan warga dan tokoh NU ikut jg "menghujat" Samsudin. Dan berhasillah menjadikan Samsudin sbg musuh bersama.
Logika yg dimainkan mereka adalah jika Samsudin itu musuh maka org2 yg memusuhi Samsudin adalah teman _the enemy of the enemy is our friend_ (lawannya musuh adalah teman). Dgn kata lain, si Pesulap Merah (Marchel Radhival), ust M Faizar, ust Derry Samsudin, dkk adalah teman. Karena mereka itu dianggap teman maka tak akan mungkin org2 NU menentang mereka. Mereka berkeyakinan org2 NU pasti meng-amini setiap apa yg dilakukan mereka termasuk men-sihirkan kitab2 ilmu hikmah yg diajarkan pesantren NU.
Dan benar, target kedua mereka, memberangus kitab2 ilmu hikmah seraya menyeret ilmu hikmah dimasukkan dlm satu karung dgn ilmu santet, mulai dilancarkan. Namun alhamdulillahnya, ada orang2 NU yg mampu membaca gelagat "busuk" mereka, di saat mayoritas warga NU mendewa-dewakan Pesulap Merah dan golongannya, dgn alasan pesulap merah sosok yg rasional, millenial, logis, yg telah berhasil mengedukasi masyarakat dan bla bla bla.
Org2 NU yg mampu membaca gelagat tdk baik mereka, saat ini mengcounter narasi mereka seraya membackup pesantren NU, dgn memberi penjelasan panjang lebar bhw kitab2 ilmu hikmah yg dipelajari di pesantren NU itu mu'tabarah dan bersanad. Kitab2 tsb bukan kitab ilmu sihir/santet. Dan alhamdulillah banyak warga NU yg merasa bangun dari hipnotis mereka, langsung tercerahan dgn penjelasan santri2/kiai2/ulama2 NU yg menjelaskan duduk persoalan sebenarnya terkait kitab2 tsb, seraya membungkam over-narasi kelompok Marsel-Faizar. Warga NU, yg selama ini larut dlm narasi kelompok Marsel/Faizar jadi terbuka mata dan wawasannya, bhw selama ini yg selalu mendewa-dewakan Marsel, ternyata itu sikap yg salah. Dan berbaliklah saat ini warga NU menyerang Marsel krn telah menyerang ponpes NU.
Apa yg mereka lakukan, khususnya dalang mereka itu tak jauh dari rencana bikin UU Santet yg saat ini masih digodog di DPR RI. Dlm RUU tsb inti dan garis besarnya adalah bhw org yg punya ilmu santet, mempelajari santet, melakukan santet, bukan praktek dgn ilmu santet, pengobatan alternatif dgn olmu santet, akan dikenakan hukuman pidana.
Lha, liciknya mereka, saat ini getol memmbranding bhw ilmu hikmah sengaja mau diseret, mau dimasukkan dlm (cabang) ilmu santet krn sama2 ilmu yg diluar nalar, irrasional dan ultra logika. Krn bagi kelompok mereka, ilmu yg benar itu hanya yg berdasar logika. Ilmu yg tak masuk logika adalah ilmu salah. Dan santetlah nama ilmu tersebut. Dan ilmu hikmah itu (tujuan mereka) akan dimasukkan dlm cabang ilmu santet. Jika ini terjadi, akan banyak pesantren NU tutup karena para pengasuh dan dewan gurunya dienjara hanya gara2 mengajarkan ilmu hikmah. Dan tujuan mereka berhasil, melumpuhkan NU. krn mereka tahu jantung NU itu pondok pesantren, dan paru2nya ponpes itu kitab kuning. Lha, ilmu hikmah itu diantara jenis kitab kuning.
Unt itulah para pion2 mereka misal si Faizar dgn gerombolannya, selalu getol "mengkampanyekan" bhw kitab2 ilmu hikmah itu adalah kitab sihir. Sihir sama dgn santet. Maka kitab2 ilmu hikmah adalah kitab2 santet. maka sesuai UU maka siapapun apapun yg berhubungan dgn ilmu santet harus dijebloskan ke penjara.
Waspadalah.!! Waspadalah.!!!
Copas dari grup WA

Komentar
Posting Komentar